Nikmati pengalaman menonton film terbaru dengan Filmkita21! Temukan link nonton LK21 & Layarkaca21, sinopsis lengkap, dan alur cerita movie favoritmu dalam satu tempat yang praktis dan update setiap hari.

The Mechanical Diva (2017)

Tidak ada voting

Dalam The Mechanical Diva (2017), teknologi dan seni panggung bertabrakan, melahirkan pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya mengendalikan siapa.

Sinopsis Film :

Film The Mechanical Diva (2017) mengikuti kisah Elara Montes, seorang penyanyi opera dengan bakat luar biasa yang mengalami kerusakan pita suara parah setelah kecelakaan teater. Ketika dokter mengatakan ia tidak akan pernah menyanyi lagi, kariernya runtuh dalam sekejap. Dunia opera, yang sebelumnya memujanya sebagai “diva baru”, bergerak maju tanpa menoleh ke belakang. Elara tenggelam dalam depresi dan menghindari publik sampai sebuah tawaran teknologi mengubah arah hidupnya secara radikal.

Tawaran itu datang dari perusahaan bioakustik bernama Voxent, dipimpin oleh ilmuwan eksentrik Dr. Kieran Vale. Voxent memiliki proyek kontroversial bernama “DIVA-9,” yaitu perangkat modulator vokal yang mampu meniru suara manusia dengan tingkat presisi hampir sempurna. Untuk melatih perangkat ini, mereka membutuhkan suara asli berkualitas tinggi — dan suara Elara, sebelum cedera, dianggap paling ideal. Elara menolak di awal karena merasa profesinya tidak boleh diserahkan pada mesin. Namun kebutuhan finansial dan rasa kehilangan identitas membuatnya akhirnya menerima.

Pertengahan film memperlihatkan proses perekaman intensif di mana mesin belajar bukan hanya nada, tetapi vibrato, napas, dan kesalahan kecil yang membuat suara manusia terdengar hidup. Film memperlihatkan dialog yang kuat antara seni dan teknologi. Elara menyadari bahwa mesin tidak hanya meniru, tetapi mengoptimalkan. Bagian yang gagal dan serak dihapus, nada diperhalus, dan ritme diperbaiki. Ketika pertama kali mendengar suara DIVA-9, Elara menangis — bukan karena kagum, tetapi karena merasa mesin itu adalah versi dirinya yang tidak pernah bisa ia capai ketika masih hidup sebagai penyanyi.

Konflik emosional dalam The Mechanical Diva (2017) berkembang ketika Voxent memutuskan untuk mempertontonkan DIVA-9 dalam konser eksperimental tanpa menyebutkan bahwa suara tersebut berasal dari mesin. Penonton terpukau. Kritikus memujinya sebagai “kebangkitan suara klasik.” Media menulis bahwa Elara kembali. Namun Elara tidak benar-benar berada di panggung — tubuhnya tersingkir sementara suaranya menjadi properti algoritma.

Karena tekanan publicity, Voxent akhirnya secara resmi mengumumkan bahwa DIVA-9 adalah penyanyi sintetis. Dunia opera terbelah. Sebagian melihatnya sebagai inovasi, sebagian lain menyebutnya penghinaan terhadap seni. Sementara itu, Kieran melihat Elara hanya sebagai wadah data, tidak lagi sebagai seniman. Ia menawarkan kontrak baru yang lebih besar tetapi menyita hak suara sepenuhnya. Elara menolak dan konflik berubah menjadi persoalan kepemilikan suara.

Climax The Mechanical Diva (2017) terjadi ketika Voxent mempersiapkan konser internasional dengan DIVA-9 sebagai pusat acara tanpa kehadiran Elara. Kieran memperkenalkan sistem otomatis yang membuat DIVA-9 dapat tampil langsung tanpa input manusia. Elara menyusup ke konser dan melihat bagaimana ratusan penonton berdiri mengetuk kaki mengikuti suara yang dulu adalah jiwanya. Dalam momen emosional namun dingin, Elara menyadari bahwa seni telah berubah menjadi komoditas dan dirinya berubah menjadi algoritma.

Namun sebelum konser berakhir, Elara memutuskan naik ke panggung dan bernyanyi menggunakan suara asli yang sedikit serak, terbatas, dan jelas tidak sempurna. Penonton terkejut. Mesin dan manusia berada di panggung yang sama. DIVA-9 mencoba menekan suara asli Elara melalui sistem speaker, tetapi operator memutus kontrol dan membiarkan kedua suara tumpang tindih. Konser berubah menjadi duel metaforis antara ketidaksempurnaan manusia dan kesempurnaan mesin.

Ketika konser selesai, penonton tetap berdiri dalam kebingungan. Sebagian menangis, sebagian merekam, sebagian hanya diam. Tidak ada jawaban siap pakai dari film. Voxent menghadapi tuntutan hukum terkait hak suara, sementara Elara menolak menandatangani kontrak baru dan kembali menyanyi di panggung kecil yang menerima ketidaksempurnaan sebagai bentuk seni.

Ending The Mechanical Diva (2017) memperlihatkan Elara mengajar anak-anak teknik vokal dasar. Kamera menunjukkan DIVA-9 dipamerkan di museum teknologi dengan tulisan sederhana: “Art requires a voice. Technology requires an owner.” Film tidak mengutuk mesin, tidak menyanjung artis, dan tidak memberikan jawaban tentang masa depan seni — hanya meninggalkan pertanyaan apakah identitas dapat dipisahkan dari suara.

The Mechanical Diva (2017) menjadi drama futuristik yang lembut namun tajam tentang seni, kepemilikan, tubuh, dan teknologi yang bergerak lebih cepat daripada etika.

Diposting pada:
Dilihat:23
Kualitas:
Tahun:
Durasi: 75 Min
Negara:
Rilis:
Bahasa:普通话
Direksi:

Download The Mechanical Diva (2017)