“TL (2024) adalah drama psikologis yang menggali trauma, kenangan kabur, dan keberanian menghadapi masa lalu yang selama ini dikubur.”
Sinopsis Film :
TL (2024) mengikuti kehidupan Talia Lestari, atau yang akrab dipanggil TL, seorang perempuan 27 tahun yang hidupnya tampak sempurna dari luar, namun retak di dalam. Talia bekerja sebagai illustrator digital dengan portofolio yang dipuji banyak klien. Ia tinggal sendirian di sebuah apartemen kecil dan menjalani hidup dengan ritme yang sangat teratur. Namun di balik ketenangan itu, Talia membawa trauma masa kecil yang membuatnya sulit membuka diri dan membangun hubungan dengan siapa pun.
Talia sering mengalami kilas balik samar yang muncul dalam bentuk mimpi buruk: suara pintu dibanting, cahaya lampu yang berkedip, dan bayangan sosok yang ia tidak pernah benar-benar lihat. Dokter menyebutnya “memori terfragmentasi”—kenangan traumatis yang dikunci otak sebagai bentuk perlindungan. Talia hidup dengan kecemasan yang terus datang tanpa alasan jelas.
Segalanya berubah ketika ia bertemu Liam, seorang fotografer dokumenter yang sedang mengerjakan proyek tentang penyembuhan trauma. Liam tertarik dengan gaya ilustrasi Talia dan mengajaknya bekerja sama membuat buku visual. Kolaborasi ini membawa mereka sering bertemu, berbicara, dan saling berbagi potongan hidup masing-masing. Liam adalah sosok yang lembut tetapi tegas, mampu menembus ruang hening yang selama ini Talia ciptakan untuk menjauh dari dunia.
Namun kedekatan keduanya menjadi pemicu munculnya kenangan lama yang selama ini terkunci. Talia mulai merasakan déjà vu ketika Liam bercerita tentang masa kecilnya—seolah ada potongan cerita yang pernah terjadi namun tidak ia sadari. Dalam proses ini, Talia menemukan fakta mengejutkan: Liam pernah berada di lingkungan yang sama dengannya saat kecil. Ia adalah saksi dari sebuah insiden besar yang membuat Talia mengalami luka batin mendalam.
Konflik memuncak ketika Talia menghadapi teka-teki yang ia hindari selama bertahun-tahun: k truth tentang keluarganya. Ia menemukan jurnal lama ibunya yang mengungkap bahwa ibunya pernah membawa Talia kabur dari rumah untuk melindunginya dari ayah yang punya masalah emosi berat. Kenyataan ini menghancurkan sekaligus melegakan. Talia mulai memahami mengapa kenangan masa kecilnya kabur dan penuh ketakutan.
Liam yang menyaksikan proses penyembuhan itu berjuang agar kehadirannya tidak justru menyakiti Talia. Ia meminta maaf karena tidak pernah mengungkapkan bahwa ia mengenal potongan masa lalu Talia, meski ia tidak tahu seluruh kebenarannya saat itu. Talia marah, kecewa, dan merasa dikhianati, namun juga sadar bahwa Liam tidak pernah memiliki niat buruk.
Climax film terjadi ketika Talia akhirnya berani kembali ke rumah lamanya—tempat semua trauma dimulai. Dengan tangan gemetar dan napas berat, ia membuka pintu yang selama ini hanya muncul dalam mimpi buruknya. Di dalam rumah kosong itu, Talia merasakan ketakutannya perlahan hilang, digantikan keberanian baru. Ia menangis, bukan karena takut, tetapi karena akhirnya merasakan “kebebasan” yang selama ini tidak ia miliki.
TL (2024) berakhir dengan Talia kembali menggambar, tetapi kali ini bukan untuk klien—melainkan untuk dirinya sendiri. Liam tetap di sisinya, namun tidak lagi sebagai penyelamat, melainkan sebagai seseorang yang menghormati batasan dan perjalanan penyembuhan Talia.
Tonton TL (2024) hanya di Filmkita21, situs streaming lengkap dan update setiap hari.












