“The Great Flood (2025) adalah film bencana-emosional tentang ketahanan manusia, pilihan sulit di tengah kehancuran, dan harapan yang lahir saat air menelan segalanya.”
Sinopsis Film :
The Great Flood (2025) berlatar di sebuah kota delta padat penduduk yang bergantung pada sistem tanggul tua. Ketika perubahan iklim mempercepat badai musiman dan menaikkan permukaan air, peringatan dini diabaikan demi menjaga stabilitas ekonomi. Arman Hale, seorang insinyur hidrologi yang pernah memperingatkan risiko runtuhnya tanggul, kembali ke kota setelah bertahun-tahun pergi. Ia menemukan sistem perlindungan air yang rapuh dan keputusan politik yang menunda perbaikan krusial.
Di sisi lain, Maya Ruiz, seorang perawat UGD, menghadapi lonjakan pasien akibat hujan ekstrem dan listrik yang mulai padam. Rumah sakit menjadi pusat evakuasi darurat, sementara warga berdesakan mencari tempat aman. Ketika badai besar menghantam pada malam hari, hujan tanpa henti membuat sungai meluap dan menekan tanggul hingga retak.
Arman berusaha meyakinkan otoritas untuk membuka pintu air darurat guna mengurangi tekanan, namun langkah itu berarti mengorbankan kawasan industri dan ribuan pekerjaan. Dilema moral pun muncul: menyelamatkan pusat kota atau melindungi ekonomi jangka pendek. Ketika keputusan ditunda, retakan kecil berubah menjadi runtuhan besar. Air menerjang dengan kekuatan brutal, menelan jalan, rumah, dan memutus jalur evakuasi.
Kekacauan meluas. Maya memimpin tim kecil mengevakuasi pasien ke lantai atas saat air naik cepat. Jonah Lee, relawan SAR lokal, memandu perahu darurat menyusuri gang sempit untuk menyelamatkan keluarga yang terjebak. Di tengah arus deras dan puing-puing, kisah-kisah manusia muncul—orang tua yang menolak meninggalkan rumahnya, anak-anak yang terpisah dari orang tua, dan warga yang saling membantu tanpa mengenal latar belakang.
Arman menemukan solusi berisiko tinggi: membobol tanggul sekunder di area tak berpenghuni untuk mengalihkan aliran utama. Rencana itu membutuhkan waktu dan koordinasi yang hampir mustahil di tengah banjir. Dengan bantuan Jonah dan tim relawan, Arman memasang bahan peledak terkontrol di bawah hujan deras. Sementara itu, Maya menghadapi keputusan paling sulit—memilih pasien yang bisa dipindahkan lebih dulu ketika lift mati dan tangga terendam.
Climax film terjadi saat ledakan terkontrol berhasil mengalihkan arus, menurunkan tekanan di pusat kota. Namun keberhasilan itu dibayar mahal: sebagian wilayah hancur total. Fajar menyingsing memperlihatkan kota yang berubah—sunyi, berlumpur, dan penuh kehilangan. Tim penyelamat bekerja tanpa henti, dan daftar korban terus diperbarui.
Di akhir, penyelidikan mengungkap kelalaian sistemik dan keputusan yang menunda keselamatan publik. Arman bersaksi tentang peringatan yang diabaikan, sementara Maya membantu membangun klinik darurat komunitas. Kota memulai pemulihan, tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga kepercayaan.
The Great Flood (2025) menutup kisahnya dengan pesan tegas: bencana bukan hanya ujian alam, melainkan cermin pilihan manusia. Di tengah kehancuran, solidaritas dan keberanian menjadi fondasi harapan baru.
Tonton The Great Flood (2025) hanya di Filmkita21, situs streaming lengkap dan update setiap hari.












