Dalam Once Again (2024), waktu menjadi cermin yang memaksa dua hati meninjau ulang apa arti mencintai, kehilangan, dan memulai dari awal.
Sinopsis Film :
Film Once Again (2024) adalah drama romantis reflektif yang mengikuti kisah dua orang yang pernah mencintai satu sama lain di masa lalu, berpisah karena keadaan, lalu bertemu kembali dalam fase hidup yang jauh lebih kompleks dan penuh konsekuensi. Cerita berpusat pada Rena, seorang fotografer editorial yang kini bekerja di majalah budaya, dan Arkan, pianis yang bertahun-tahun tinggal di luar negeri untuk mengejar karier musik.
Mereka berpisah enam tahun sebelum cerita dimulai. Perpisahan itu bukan karena mereka tidak saling mencintai, tetapi karena ambisi dan waktu menempatkan mereka di dua jalur yang sulit dipertemukan. Rena memilih stabilitas dan ruang untuk merawat ibunya yang sakit, sementara Arkan memilih dunia kompetisi musik yang menuntut jam latihan panjang dan mobilitas tinggi. Di mata orang lain, keputusan mereka terlihat rasional; namun di hati mereka, keputusan itu menyisakan ruang kosong yang tidak pernah benar-benar tertutup.
Pertemuan kembali terjadi secara kebetulan di sebuah pameran seni tempat Rena mengisi dokumentasi fotografi. Arkan hadir sebagai tamu musisi yang diminta tampil dalam segmen malam. Pertemuan itu singkat, canggung, dan diwarnai senyum-senyum ragu yang tidak tahu apakah harus memeluk masa lalu atau membiarkannya lewat begitu saja. Setelah acara berakhir, keduanya mulai berbicara — bukan tentang cinta, tetapi tentang hal-hal kecil: proyek terbaru, kota yang berubah, dan masa lalu yang mereka olah menjadi humor agar tidak terasa menyakitkan.
Bagian tengah Once Again (2024) memperlihatkan proses perlahan bagaimana mereka kembali memasuki orbit satu sama lain. Rena mengundang Arkan untuk berpose dalam sesi potret bertema “orang-orang yang kembali”, sementara Arkan mengajak Rena menonton latihan informalnya di studio kecil milik temannya. Film ini tidak terburu-buru dalam membangun romansa. Justru dialog-dialog ringan dan momen diam yang menjadi inti emosionalnya. Kamera sering memperlihatkan gestur kecil — tangan yang hampir bersentuhan, tatapan yang berhenti terlalu lama, dan tawa yang muncul dari tempat paling rentan.
Namun konflik muncul bukan dari kecemburuan atau orang ketiga, tetapi dari realitas hidup yang kini lebih berat. Rena menerima tawaran kerja ke luar kota dalam durasi yang tidak pasti, sementara Arkan mendapat undangan residensi musik internasional selama setahun. Mereka kembali berada di persimpangan yang sama seperti enam tahun lalu, hanya saja kini keduanya sadar bahwa cinta tidak bisa lagi berfungsi tanpa struktur, komitmen, dan kompromi.
Once Again (2024) juga memperkenalkan karakter tambahan yang memperkaya dinamika: Tara, adik Rena yang pragmatis, dan Kaisan, sahabat Arkan yang selalu mendorongnya untuk berani menetapkan prioritas. Tara melihat pertemuan kembali ini bukan sebagai romansa, tetapi sebagai “ujian ulang” untuk melihat apakah keduanya sudah berubah. Kaisan justru melihatnya sebagai kesempatan terakhir sebelum hidup memutuskan hal-hal untuk mereka.
Konflik memuncak ketika Rena mengetahui bahwa ibunya kembali jatuh sakit dan membutuhkan perawatan yang lebih intensif. Situasi ini membuatnya ragu menerima tawaran kerja, sementara Arkan sudah hampir memutuskan menerima residensi. Dalam adegan tenang namun menghantam, Arkan bermain piano di ruang latihan sambil Rena duduk mendengarkan di belakangnya. Tidak ada dialog panjang, hanya musik yang mengisi ruang dengan rasa yang sulit diucapkan. Setelah lagu selesai, Arkan bertanya: “Kalau kita mencoba lagi, kamu akan pilih saya atau semua ini?” Rena membalas dengan jujur: “Jika aku memilihmu dan kehilangan semuanya, apa kamu bisa menanggungnya?” Pertanyaan itu tidak dijawab, karena jawaban sebenarnya berada di luar kata-kata.
Ending Once Again (2024) memilih jalur realistis dan matang. Mereka tidak pergi bersama ke satu kota, tidak menikah secara mendadak, dan tidak memutus semua kewajiban demi cinta. Sebaliknya, mereka sepakat untuk mencoba hubungan jarak jauh dengan rencana yang jelas, bukan sekadar harapan. Rena mengambil pekerjaan luar kota sementara ibunya dibantu oleh Tara, dan Arkan tetap menerima residensi internasional.
Film berakhir dengan montase sederhana: Rena memotret lanskap baru, Arkan bermain dalam konser kecil, lalu keduanya melakukan panggilan video sambil tertawa. Tidak ada klimaks dramatis, hanya keheningan yang terasa penuh harapan. Dalam kalimat penutup narator, film mengingatkan bahwa cinta kadang bukan tentang menyatukan dua orang di satu tempat, tetapi menyatukan mereka dalam satu arah — meskipun jarak mengisi ruang di tengahnya.












