“House of Sayuri (2024) adalah horor-psikologis Jepang tentang rumah terkutuk, trauma keluarga, dan rahasia kelam yang bangkit bersama arwah.”
SINOPSIS
House of Sayuri (2024) membawa penonton ke sebuah rumah tua di pinggiran kota yang menyimpan sejarah kematian dan penderitaan. Kisah bermula ketika keluarga Kamikawa pindah ke rumah tersebut demi memulai hidup baru setelah krisis finansial. Dari luar, rumah itu tampak tenang dan terawat. Namun sejak malam pertama, tanda-tanda kejanggalan muncul—suara langkah di lorong kosong, pintu yang terbuka sendiri, dan bayangan yang seolah mengawasi.
Fokus cerita berangsur mengerucut pada Sayuri, anak perempuan bungsu yang tampak lebih peka terhadap kehadiran tak kasat mata. Ia sering berbicara sendiri dan menggambar sosok perempuan dengan wajah kabur. Orang tuanya menganggapnya fase adaptasi, sementara kakaknya melihat perubahan itu sebagai imajinasi berlebihan. Penyangkalan ini menjadi pintu masuk bagi teror yang kian intens.
Rumah tersebut ternyata memiliki sejarah panjang kekerasan domestik dan kematian tragis. Setiap ruangan menyimpan memori—bukan sebagai kilas balik biasa, melainkan gema emosi yang terperangkap. House of Sayuri (2024) menolak jumpscare murahan; horornya dibangun dari atmosfer menekan, ritme lambat, dan rasa tak aman yang merayap. Kamera linger pada sudut-sudut sunyi, mempertebal ketakutan yang lahir dari ketidakpastian.
Seiring waktu, Sayuri mulai menjadi medium. Ia mendengar bisikan yang menuntunnya ke ruang tersembunyi dan benda-benda lama milik penghuni sebelumnya. Orang tuanya akhirnya menyadari bahwa rumah ini “hidup” dari trauma yang tak pernah diselesaikan. Ketika upaya rasional gagal, keluarga terpaksa membuka arsip masa lalu—mengungkap siapa yang menderita, siapa yang menutup mata, dan siapa yang diuntungkan.
Konflik memuncak saat teror menargetkan anggota keluarga satu per satu, memaksa mereka menghadapi rasa bersalah dan luka pribadi. Rumah itu tidak sekadar menghantui; ia mencerminkan retakan hubungan keluarga Kamikawa sendiri—ketiadaan komunikasi, amarah terpendam, dan keputusan yang dihindari. Horor eksternal berpadu dengan horor internal, menjadikan rumah sebagai cermin kejiwaan.
Climax film terjadi dalam ritual pengungkapan yang emosional, bukan eksorsisme konvensional. Kebenaran yang dihadapi menyakitkan, namun membuka jalan untuk pembebasan. Pilihan yang diambil keluarga menentukan apakah kutukan berlanjut atau terurai. House of Sayuri (2024) menegaskan bahwa pengusiran arwah tanpa rekonsiliasi hanya menunda bencana.
Akhir film terasa dingin dan reflektif. Tidak semua luka sembuh, namun kejujuran memberi napas baru. Rumah itu mungkin tetap berdiri, tetapi cengkeramannya melemah ketika rahasia diakui. Film ini menutup dengan pesan pahit: horor paling kuat lahir dari trauma yang diwariskan dan keheningan yang dipelihara.
AJAKAN NONTON
Tonton House of Sayuri (2024) hanya di Filmkita21, situs streaming lengkap dan update setiap hari.












