Ketika pesan terakhir seseorang tidak pernah mendapat balasan, terkadang bukan karena lupa — melainkan karena mereka tidak lagi berada di dunia ini.
Sinopsis
Ghosted (2024) adalah film misteri psikologis dengan elemen supranatural yang disutradarai oleh Lokesh Babu Akula dan David Bermudez, menghadirkan kisah tentang kehilangan, penyesalan, dan ketakutan yang bersembunyi di antara dunia nyata dan dunia para arwah. Sejak awal, film ini menempatkan penonton dalam atmosfer yang sunyi dan muram, di mana bayangan traumatis dari masa lalu perlahan muncul kembali untuk menuntut perhatian.
Cerita berpusat pada seorang wanita muda yang mendapati dirinya “diganggu” bukan oleh hantu dalam bentuk tradisional, tetapi oleh pesan-pesan digital dari seseorang yang sudah lama pergi. Awalnya hanya berupa notifikasi samar, namun pesan-pesan tersebut semakin jelas, spesifik, dan emosional. Ghosted (2024) memanfaatkan media komunikasi modern sebagai jembatan antara yang hidup dan yang mati, sebuah pendekatan yang membuat horor terasa lebih dekat dan relevan.
Seiring berjalannya cerita, penonton diberi petunjuk bahwa hubungan wanita tersebut dengan pengirim pesan bukanlah hubungan biasa. Mereka pernah saling mencintai, saling menyakiti, dan pada titik tertentu saling meninggalkan. Film ini tidak sekadar mengangkat tema kehilangan, tetapi juga rasa bersalah yang menumpuk selama bertahun-tahun. Ketika pesan-pesan itu terus datang, tokoh utama mulai melihat kilasan masa lalu tentang keputusan-keputusan yang ia sesali.
Dalam Ghosted (2024), misteri bukan hanya datang dari pesan-pesan digital. Kejanggalan fisik mulai muncul di sekelilingnya: cahaya yang berkedip tanpa alasan, suara langkah di lorong kosong, hingga perubahan temperatur ruangan. Namun lebih dari sekadar tanda-tanda supranatural, film ini menekankan horor psikologis melalui rasa paranoid. Apakah ia sedang dihantui, atau ia hanya membangun ulang trauma masa lalunya melalui halusinasi?
Episode tengah film mulai memperkenalkan lapisan baru dalam cerita, yaitu investigasi personal oleh tokoh utama. Ia mencoba mencari jawaban melalui jejak digital, rekaman masa lalu, dan interaksi dengan orang-orang yang dulu mengenal sang pengirim pesan. Di sini, film memperlihatkan bagaimana jejak digital seseorang tidak pernah benar-benar hilang meskipun fisiknya telah tiada. Ghosted (2024) menjadikan media sosial sebagai kuburan modern, tempat memori tidak pernah mati.
Ketika tokoh utama mulai menggali lebih dalam, ia menemukan bahwa kematian orang tersebut tidak sesederhana yang pernah ia kira. Rumor tentang bunuh diri bercampur dengan petunjuk tentang kecelakaan dan kemungkinan permainan kotor. Film menanamkan lapisan thriller yang kuat pada bagian ini, membuat penonton mempertanyakan apakah arwah itu sebenarnya menginginkan kebenaran, balas dendam, atau sekadar pengakuan atas keberadaan yang telah dilupakan.
Menuju klimaks, pesan-pesan digital berubah bentuk menjadi manifestasi fisik. Bayangan mulai terlihat di sudut ruangan, cermin mulai memantulkan sosok yang tidak ada, dan suara mulai mengisi ruang tanpa sumber jelas. Namun momen paling emosional terjadi ketika roh tersebut “memaksa” tokoh utama untuk menghadapi hal yang selama ini ia hindari: percakapan terakhir mereka yang tidak pernah selesai. Dalam Ghosted (2024), horor tertinggi bukan teriakan, tetapi percakapan yang tertunda selama bertahun-tahun.
Climax film menampilkan pengungkapan penting mengenai kematian sang pengirim pesan dan bagaimana ketidakpedulian kecil di masa lalu dapat berubah menjadi luka yang terbawa hingga akhir hayat. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, film tidak memilih untuk menyelesaikan semuanya dengan penjelasan logis. Sebaliknya, film membiarkan penonton mempertimbangkan apakah kemunculan roh itu benar-benar supranatural atau hanya manifestasi rasa bersalah tokoh utama yang akhirnya mencapai titik puncak.
Film ini ditutup dengan nada ambigu namun reflektif. Notifikasi terakhir muncul, tetapi tidak ada yang membalas. Kamera menjauh, meninggalkan penonton dengan kesadaran bahwa tidak semua hubungan berakhir ketika seseorang meninggal — beberapa justru baru dimulai. Ghosted (2024) menjadi karya yang menekankan bahwa rasa kehilangan bukan hanya tentang kepergian, tetapi tentang semua hal yang tidak pernah diucapkan.












