Dalam Detective Dee: The Other Shore Flower (2025), intrik politik dan keajaiban wuxia bertemu dalam sebuah misteri yang menguji logika, iman, dan kesetiaan di sebuah istana kekaisaran yang sarat rahasia.
Sinopsis Film :
Film Detective Dee: The Other Shore Flower (2025) kembali membawa penonton ke dunia Dinasti Tang yang penuh kemegahan namun dipenuhi kecurigaan, perebutan kekuasaan, dan teka-teki supernatural yang tampaknya tidak bisa dijelaskan hanya dengan rasionalitas. Di tengah situasi politik yang genting, Kaisar meminta Dee Renjie kembali dari masa penyelidikan pribadi untuk menangani fenomena aneh yang mengusik ibukota: munculnya bunga sakral berwarna hitam di sekitar istana yang hanya tumbuh sebelum terjadinya tragedi besar.
Legenda menyebut bahwa “Other Shore Flower” adalah bunga yang hanya mekar di perbatasan antara dunia hidup dan dunia arwah, membawa pesan tentang kematian yang akan datang. Namun bagi Dee, tidak ada misteri yang dapat diterima tanpa investigasi. Ketika beberapa pejabat senior ditemukan tewas tanpa luka, tanpa racun, dan tanpa tanda kekerasan, rumor bahwa istana dihantui oleh dunia lain mulai menyebar. Dee tidak percaya pada kebetulan — terutama ketika semua korban memiliki hubungan dengan proyek militer rahasia yang sedang dikembangkan kaisar.
Dee kemudian bekerja sama dengan dua figur yang kembali dari film-film sebelumnya: Shatuo, ahli teknik yang selalu menjadi “senjata teknis” dalam penyelidikan, serta Yuchi Zhenjin, komandan yang memegang loyalitas pada kaisar sekaligus hormat pada metode Dee. Ketiganya membentuk dinamika yang menarik antara logika, kekuatan, dan inovasi.
Pertengahan Detective Dee: The Other Shore Flower (2025) memperlihatkan Dee mulai mengurai kasus melalui tiga jalur penyelidikan: mekanik, medis, dan spiritual. Jalur mekanik mengarah pada penemuan bahwa bunga hitam itu bukan fenomena gaib murni — polen bunga mengandung zat bioluminesensi kuat yang hanya aktif di malam hari. Jalur medis mengarah pada temuan bahwa para korban mengalami kelumpuhan sistem saraf melalui cara yang belum pernah dikenal dokter istana. Jalur spiritual mengungkap bahwa bunga tersebut pernah dipakai oleh sekte kuno yang percaya bahwa “kematian yang tenang adalah bentuk kemenangan tertinggi.”
Konflik pun meningkat ketika istana mulai mengalami tekanan politik. Beberapa faksi mulai memanfaatkan rumor “kutukan bunga” untuk menggulingkan proyek-proyek kekaisaran tertentu, sementara kelompok lain justru ingin mempercepat penggunaannya. Situasi diperumit oleh kehadiran murid perempuan dari sekte bunga yang muncul untuk memberikan “peringatan” pada Dee. Alih-alih menyerang, ia membagi informasi samar tentang bunga itu sebagai simbol, bukan sebagai kekuatan gaib.
Climax film hadir dalam bentuk konfrontasi ganda — intelektual dan fisik. Dee menemukan bahwa bunga tersebut bukanlah senjata supernatural, melainkan hasil eksperimen biologis militer yang bertujuan menciptakan racun tak terlihat untuk menghabisi lawan tanpa peperangan terbuka. Para pejabat yang terbunuh adalah bagian dari upaya penutupan proyek hasil gagal yang akan mencemarkan nama kaisar jika terbongkar.
Aksi fisik berlangsung dalam perburuan di taman istana malam hari ketika sekte bunga mencoba menggagalkan rencana kelompok militer yang ingin melanjutkan eksperimen berbahaya itu. Yuchi memimpin pasukan, Shatuo mengendalikan alat mekanik, dan Dee menghadapi master sekte bunga yang menjelaskan bahwa bunga “Other Shore” tidak diciptakan untuk membunuh, tetapi untuk memperingatkan — bunuhannya adalah hasil tangan manusia, bukan dunia arwah.
Pada bagian akhir Detective Dee: The Other Shore Flower (2025) kebenaran terbentang jelas. Dee menyerahkan semua bukti kepada kaisar, tetapi kaisar memilih jalan politik yang rumit — bukan semua pelaku dihukum, karena negara membutuhkan stabilitas lebih dari kebenaran absolut. Hal ini menempatkan Dee pada posisi pahit: ia memenangkan kasus, tetapi tidak memenangkan moralitas sepenuhnya.
Film menutup dengan adegan Dee menatap bunga hitam yang kini diletakkan di kuil kecil luar kota. Ia mengatakan bahwa “kebenaran tidak pernah memiliki bunga, tetapi ia selalu meninggalkan aroma.” Penutup ini mengikuti tradisi seri Detective Dee: elegan, reflektif, dan filosofis, sambil mempertahankan elemen wuxia dan investigasi yang membuat karakter ini dicintai.












