Dalam The Sun Stands Still (2021), waktu berhenti bukan secara fisik, tetapi secara emosional ketika seseorang terjebak dalam hari yang tidak pernah benar-benar berakhir.
Sinopsis Film :
Film The Sun Stands Still (2021) adalah drama psikologis yang mengikuti perjalanan seorang perempuan bernama Maren, seorang fotografer yang kehilangan saudara kembar laki-lakinya dalam sebuah kecelakaan enam bulan sebelum cerita dimulai. Sejak saat itu, hidup Maren berjalan terasa seperti hari yang sama berulang, bukan karena dunia benar-benar mengulang, tetapi karena pikirannya menolak bergerak maju. Ia tinggal di sebuah apartemen kecil yang penuh dengan foto-foto yang tidak pernah selesai diedit dan kamera yang tidak lagi disentuh.
Maren dulunya dikenal sebagai seseorang yang mengejar cahaya — istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan obsesinya terhadap momen-momen kecil yang menentukan hidup manusia. Namun setelah kehilangan kakaknya, Ethan, cahaya itu hilang. The Sun Stands Still memperlihatkan bahwa duka bukan hanya soal sedih, tetapi soal berhentinya proses internal seseorang. Waktu tetap berjalan, orang lain tetap hidup, tetapi bagi Maren, hari tidak memiliki struktur.
Berlatar di kota pantai kecil, film ini mempertemukan Maren dengan seorang penjaga mercusuar bernama Julian, seorang pria yang juga bekerja sendirian dan menghabiskan hidup mengamati gelombang serta mengirim laporan cuaca harian. Pertemuan keduanya terasa tidak dramatis tetapi sangat manusiawi — dua orang yang sama-sama tidak terbiasa menjelaskan rasa sakitnya kepada orang lain.
Pertengahan The Sun Stands Still (2021) menunjukkan bagaimana Julian perlahan membantu Maren menemukan kembali irama hidup. Ia mengajarkan Maren untuk mengamati hal-hal kecil: perubahan angin, ritme pasang surut, dan bagaimana matahari yang tampak sama setiap hari sebenarnya tidak pernah terbit dalam garis yang sama. Melalui interaksi ini, film membangun metafora elegan tentang bagaimana waktu tidak perlu berlari untuk tetap bergerak.
Namun proses penyembuhan tidak pernah linear. Konflik muncul ketika Maren mulai memotret lagi, dan melalui lensanya ia menyadari bahwa semua fotonya selalu mengandung motif berulang: bayangan dua orang. Simbol tersebut membuat Maren sadar bahwa ia belum siap melepaskan Ethan dan belum siap membiarkan dunia menggantikannya. Dalam salah satu adegan paling emosional, Maren menceritakan kepada Julian tentang momen ketika ia dan Ethan memotret matahari terbenam untuk terakhir kalinya — hari ketika ia merasa matahari berhenti, atau setidaknya berhenti untuk dirinya.
The Sun Stands Still (2021) memberi bobot besar pada tema grief, bukan melalui air mata berlebihan tetapi melalui keheningan yang panjang. Film ini mengingatkan bahwa banyak orang tidak menangis ketika berduka; mereka hanya berhenti, dan berhentinya itu sulit dipahami oleh dunia luar yang terus bergerak.
Climax terjadi ketika Maren akhirnya mengunjungi lokasi kecelakaan Ethan. Alih-alih adegan dramatis, film memilih pendekatan sunyi. Maren hanya berdiri dengan kamera di tangan, tidak tahu apakah ia harus memotret atau hanya memandang. Pada akhirnya, ia memilih memotret — bukan sebagai pengingat tragedi, tetapi sebagai pengakuan bahwa waktunya dengan Ethan adalah bagian dari hidupnya, bukan akhir dari hidupnya.
Bagian penutup The Sun Stands Still (2021) menunjukkan matahari terbit dari balik garis laut. Kamera mengikuti Maren yang berjalan menuju mercusuar membawa gulungan film yang baru saja dikembangkan. Di sana, ia menunjukkan hasil fotonya kepada Julian. Dalam foto itu, untuk pertama kalinya, tidak ada motif bayangan dua orang. Hanya dirinya, dan pemandangan laut di depan. Penonton tidak diberi jawaban apakah Maren sudah sembuh sepenuhnya, tetapi pesan film jelas: waktu tidak lagi berhenti baginya.
Pada akhirnya, film The Sun Stands Still meninggalkan kesan yang tenang tetapi kuat — tentang bagaimana proses berduka adalah proses yang tidak bisa dipaksa, dan bahwa penyembuhan sering datang saat seseorang berani bergerak satu langkah kecil ke depan.












