“Pagdaong (2025) adalah drama-keluarga Filipina tentang kepulangan, rekonsiliasi batin, dan makna berlabuh setelah perjalanan hidup yang melelahkan.”
Sinopsis Film :
Pagdaong (2025) mengisahkan Iñigo, seorang pelaut paruh baya yang kembali ke pulau kelahirannya setelah bertahun-tahun menghabiskan hidup di laut. Kepulangannya bukan untuk perayaan, melainkan karena kabar sakit keras ayahnya. Pulau kecil itu terasa asing sekaligus akrab—bau asin, dermaga kayu, dan wajah-wajah lama yang menyimpan kenangan pahit-manis.
Hubungan Iñigo dengan keluarganya membeku sejak ia memilih pergi merantau. Keputusan itu dulu dipandang sebagai pengkhianatan terhadap tradisi dan tanggung jawab. Kini, ia harus menghadapi Tomas, ayah yang keras dan pendiam, serta Lila, adik perempuan yang memikul beban keluarga sendirian. Keheningan di rumah lebih nyaring daripada pertengkaran; kata-kata yang tak pernah terucap membentuk jarak yang sulit ditembus.
Seiring hari berlalu, Iñigo mencoba menebus ketidakhadirannya dengan membantu aktivitas harian: memperbaiki perahu nelayan, ikut melaut singkat, dan menghadiri pertemuan warga. Ia bertemu Mara, teman masa kecil yang kini mengelola koperasi laut. Mara menjadi jembatan emosional, mengingatkan Iñigo pada mimpi-mimpi yang dulu ia tinggalkan dan kemungkinan masa depan yang masih terbuka.
Film ini bergerak pelan, menekankan gestur kecil dan percakapan jujur. Pagdaong (2025) menyorot konflik batin tentang pulang: apakah pulang berarti menetap, atau cukup berdamai? Iñigo bergulat dengan rasa bersalah atas tahun-tahun yang hilang, sementara Lila memendam amarah karena harus tumbuh dewasa terlalu cepat. Tomas, di sisi lain, menyimpan kebanggaan yang tak pernah ia ucapkan.
Ketegangan meningkat ketika badai besar mengancam pulau. Warga harus memutuskan apakah mengevakuasi perahu atau mempertaruhkan segalanya. Dalam situasi genting, pengalaman laut Iñigo menjadi krusial. Keputusan-keputusan cepat di tengah badai membuka ruang rekonsiliasi—bukan melalui pidato panjang, melainkan kerja bersama dan saling percaya.
Climax film hadir saat Iñigo dan Tomas akhirnya berbicara dari hati ke hati. Pengakuan sederhana mengurai kesalahpahaman bertahun-tahun. Tidak ada pengampunan instan, namun ada pengertian yang lahir dari kejujuran. Lila melihat perubahan nyata—bukan janji kosong—dan mulai melonggarkan pertahanannya.
Akhir Pagdaong (2025) terasa hangat dan membumi. Iñigo membuat pilihan yang tidak sepenuhnya mengikatnya, namun memberi arah baru: berkontribusi pada pulau tanpa kehilangan jati diri. Kamera menutup pada perahu yang berlabuh tenang—simbol bahwa berlabuh bukan akhir perjalanan, melainkan awal hidup yang lebih jujur.
Tonton Pagdaong (2025) hanya di Filmkita21, situs streaming lengkap dan update setiap hari.












